Hadiri EDP, Program Radio Buana Diapresiasi KPID Kaltim

Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) permohonan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Radio Buana FM di kantor Gubernur Kaltim, Jumat (10/7/2020). (Dok Buana FM)

PARADASE.id - Radio Buana (paradase grup,red) menghadiri evaluasi dengar pendapat (EDP) bersama Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). EDP yang digelar di Ruang Rapat Kantor Gubernur Kaltim itu berlangsung pada Jumat (10/7/2020) juga dihadiri unsur Balai Monitoring, Humas dan Diskominfo Kaltim. 

EDP yang dilaksanakan oleh KPID Kaltim untuk mengevaluasi permohonan perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Radio Buana FM setiap lima tahun sekali, berdasarkan Peraturan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Permen Kominfo).  

Direktur Utama PT. Mitra Buana Ir. Pauzan Akhsan mengatakan, selama ini Radio Buana menjadi radio di Bontang yang cukup taat pada aturan. Eksis sejak 2005, Buana tidak pernah mengabaikan izin dalam penyiaran. 

"Boleh dibilang kami pionir radio di Bontang yang selalu berpijak pada taat aturan," kata dia. 

Dalam EDP itu, Pauzan memaparkan program.- program Radio yang ada di frekuensi 101,5 FM itu  dinilai para komisioner memiliki konsen program yang cukup baik.

"Terutama tagline kami dianggap memiliki kampanye yang bagus. Yakni 100 persen positif musiknya," jelasnya.

Pauzan menegaskan jika tagline itu bukan hanya sekedar tagline. Tapi bentuk komitmen Radio Buana sebagai lembaga penyiaran swasta untuk menyajikan musik dan program lainnya yang bernafas mengedukasi. 

Secara keseluruhan kata Pauzan, Buana tetap pada track radio musik yang juga tak lepas dari program penyajian informasi. EDP ini kata dia menjadi EDP yang ke empat sejak radio ini berdiri.  


"Ini menunjukkan kami konsisten terhadap regulasi yang ada. Kami juga memiliki program berita yang langsung dikemas para jurnalis kami. Tentu dalam berita yang kami sajikan tidak lepas dari kode etik atau standar jurnalistik," ungkapnya. 

Sementara itu salah satu komisioner KPID Bawon Kuatno mengapresiasi manajemen Radio Buana dalam EDP itu. Terutama program-program Radio Buana. 

"Ada beberapa catatan dan masukan untuk Radio Buana agar kedepan tetap menjadi radio yang eksis. Tapi keseluruhan kami apresiasi program Buana. Yang penting kami selalu mengingatkan agar menaati UU penyiaran. Setelah EDP ini kami akan rapat pleno dan selanjutnya akan dibawa ke Kementerian," pungkasnya. (*)



Penulis: Akbar
Editor : Umil Surya

No comments:

Powered by Blogger.